Forum Kerukuran Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Boyolali, mengecam dan mengutuk keras krisis yang terjadi di Rohingya, Myanmar.

 18
Forum Kerukuran Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Boyolali, mengecam dan mengutuk keras krisis yang terjadi di Rohingya, Myanmar.by tribratanewson.Forum Kerukuran Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Boyolali, mengecam dan mengutuk keras krisis yang terjadi di Rohingya, Myanmar.3,834 total views, 65 views today   Boyolali – Forum Kerukuran Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Boyolali, mengecam dan mengutuk keras krisis yang terjadi di Rohingya, Myanmar. Jangan sampai krisis di Myanmar merembet ke Indonesia. FKUB meminta masyarakat menyerap informasi secara utuh kemudian menyikapinya secara bijak dan jangan sampai informasi yang diterima malah dipelintir. “Yang terjadi di […]

3,835 total views, 66 views today

 

Boyolali – Forum Kerukuran Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Boyolali, mengecam dan mengutuk keras krisis yang terjadi di Rohingya, Myanmar. Jangan sampai krisis di Myanmar merembet ke Indonesia. FKUB meminta masyarakat menyerap informasi secara utuh kemudian menyikapinya secara bijak dan jangan sampai informasi yang diterima malah dipelintir.

“Yang terjadi di Myanmar itu bukan perang agama. Kejadian di Myanmar ini kalau dipelintir akan sangat berbahaya. Maka, kami minta kepada semua jangan mengambil keputusan kalau informasi belum lengkap,” kata Ketua FKUB Kabupaten Boyolali, KH Habib Masturi, dalam pernyataan sikap FKUB Kabupaten Boyolali terkait dengan tragedi di Rohingya, Myanmar, Selasa (5/9/2017).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Boyolali itu dihadiri tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB di Boyolali. Yakni dari agama Islam, Kristen, Khatolik, Budha dan Hindu. Selain itu juga sejumlah Ormas Islam, dan lainnya. Hadir pula Ketua MUI Boyolali, KH Habib Ichsanudin, Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi dan Kepala Kesbangpol, Supama Harja.

Dalam pertemuan itu, mereka berkomitmen tetap menjaga perdamaian, keamanan, dan harmonisasi hidup bermasyarakat dan bernegara. Habib Masturi mengatakan, FKUB sebagai forum keagamaan menyikapi tragedi yang menyedihkan di rohingnya. Pihaknya mengapresiasi respos cepat yang dilakukan Pemerintah, yakni dengan mengirimkan Menteri Luar Negeri ke Myanmar dan Bangladesh untuk mencari solusi terbaik dalam penanganan krisis Rohingya, sehingga tidak berlarut-larut.

“Kami menyesalkan terjadinya tindak kekerasan di Rohingya. Siapapun yang melakukan kita tidak setuju, semoga itu lekas berakhir,” ucap Habib Masturi.

“Kalau semua rukun, semua akan untung. Tetapi kalau berkelahi, semua rugi,” imbuh dia.

Ketua MUI Boyolali, Habib Ichsanudi, meminta masyarakat khususnya warga Boyolali tidak terpengaruh dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya. Karena kabar atau berita yang beredar ada yang benar, tetapi ada juga yang salah. Maka, setiap kabar berita yang kita terima harus disikapi dengan bijak dan kalau perlu dimusyawarahkan bersama-sama, bagaimana baiknya.

“MUI berharap pernyataan sikap bersama ini bisa menentramkan Boyolali khususnya. Kita punya UUD ’45 dan Pancasila, mari kita rukun. Sak iyek sak eko proyo mendukung NKRI,” tandasnya.

Senada dikatakan perwakilan dari Agama Budha, Mujiarso. Sekretaris Majelis Budhayana Indonesia Boyolali ini menyatakan secara tegas mengecam kekerasan yang terjadi di Rohingya, Myanmar dengan dalih apapun. “Karena tindak kekerasan apapun tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Author: 

Related Posts